Posted by: jagrag | October 5, 2007

Pada 2014 Jakarta macet total!!

Beberapa waktu lalu ada temen yang posting di milis indo-sing dan sedikit ‘curhat’ mengenai kota Jakarta yang kian macet dan semrawut.

Pertanyaannya, benarkah Jakarta kini makin macet dan makin semrawut? Lalu mengapa ketika jakarta makin semrawut justru Pemda-nya mempermacetnya dengan mengurangi jalur untuk bikin Busway?

Jakarta sudah tercatat sebagai salah satu kota besar yang tingkat kemacetannya parah dibanding ibu kota negara lain (maaf yang ini belum ada sumber tertulis, tapi saya denger lgs dr metrotv).

Sepertinya Pemda Jakarta punya alasan kuat mengapa rela mengorbankan jalur yang sudah ada untuk bikin busway, rela digebukin (didemo, red) warga Pondok Indah dll. Mari kita tengok:

Sutiyoso bilang bahwa jika Pemda Jakarta tidak bikin solusi mass rapid transport (maksudnya dengan skenario: tidak melakukan apa2), diperkirakan tahun 2014 kemacetan udah nyampe depan tiap rumah di jakarta, rupanya perkataan Gubernur DKI ini bukan tanpa alasan, tapi berlandaskan analisis konsultan transportasi dari bogota. silakan cek di web-nya Metro TV ini.

Menurut saya, macet dan semrawut gara2 busway hanya terjadi ketika mulai implementasinya aja, karena pengurangan jalur. Tapi nanti kalo udah ada busway dan didukung kesadaran masyarakat untuk menggunakannya, busway mampu mengurangi kr2 35 biji antrian mobil (asumsi kasar dengan 1 mobil=2 pax, kapasitas busway kr2 70 pax). Bayangkan aja, 35 antrian mobil itu kira-kira sepanjang 35 meter (asumsi panjang 1 mobil adalah 2 meter, dan antrian tersebut berada pada dua jalur).

 Makanya pemerintah jakarta rela digebukin masyarakat demi menghindari macet total tahun 2014 nanti, termasuk rela membuat dan menyubsidi busway (ini yang investasinya paling murah), monorel, MRT, waterway, subway, memperlebar trotoar di daerah bundaran Indonesia, dll. Ditambah lagi tahun depan (rencananya 2008),Pemda Jakarta menerapkan articulated bus (bus gandeng) untuk busway.

dikutip dari website-nya Bang Yos:

“Boleh jadi, bagi masyarakat yang tidak menggunakan transportasi massal, busway jelas menambah tingkat kemacetan di jalan yang dilaluinya, karena seperempat dari badan jalan diambil untuk jalur khusus busway. Tetapi cobalah tanyakan pada para professional muda, masyarakat pengguna busway, atau kepada para pakar transportasi –setelah melihat tingkat kemacetan di Jakarta setiap tahunnya. Mereka akan mengatakan, inilah salah satu solusi transportasi di Jakarta yang kian padat”

Jadi, sebelum mengeluh tentang kemacetan Jakarta, sebaiknya introspeksi dulu, apakah kita termasuk salah satu sumber kemacetan tersebut.


Responses

  1. Pertamina. Horee..jadi yang pertamax

  2. jakarta oh jakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: