Posted by: jagrag | December 31, 2007

Recycled Phone Number dan malaysia!!!

Di postingan sebelumnya saya sudah cerita kalo nomor hp yang saya gunakan sekarang adalah nomor recycle. Browsing-browsing tentang recycled number yang terjadi di malaysia, cukup bikin sebal… cek web ini yang memposting complaint karena recycled number di malaysia. (brarti banyak yang kecewa)

Di web tersebut juga ternyata diceritakan ada hal lain yang juga bikin kesal. Ada salah satu pelanggan yang menerima sms dari sebuah content provider padahal dia tidak mendaftar jasa mereka. Setelah diselidiki ternyata nomor tersebut adalah recycle dan former user yang pernah mendaftar di content provider tersebut. Karena nomor ini diaktifkan kembali dan berpulsa, maka sms-sms dari content provider berdatangan deh (fyi, dia bilang sekali terima sms, kena charge 0.30RM).

*Tambah satu lagi nih kekecewaan terhadap sistem di malaysia

Lho, lha kok ga direset atau diapain kek ketika direcycle? atau batas waktu recycle kependekan?(saya bukan orang telko, jadi ga ngerti, bisanya cuma komplen)

Satu hal yang saya tidak suka dari malaysia adalah ketidakjelasan informasi. Masih mengenai telekomunikasi. Teman saya beli IDD card di malaysia dengan maksud biar bisa nelpon murah ke Indonesia. Ada petunjuk yang disertakan di starter packnya. Apa yang terjadi? Petunjuk itu sama sekali tidak bisa digunakan. Padahal sudah ngikutin dengan benar, tetep aja ga bisa nyambung telpon ke Indonesia. Cari di webnya melalui gugel dengan berharap bisa nemu cara lain, infonya tidak kunjung ditemukan meskipun ada websitenya. Jadi ya udah, IDD card ga dipake deh sama temen saya. Seminggu setelah itu, temen saya iseng-iseng utak-atik IDD-nya dan BERHASIL!!! Syukurlah. tapi kodenya pake ditambahi 0 (nol), dan ini ditemukan secara ngawur karena temen saya sudah putus asa mijit-mijit tuh kipad HP. Ga ada sama sekali cara itu ditunjukin di manual… beuh… dasar!!!

Masih di domain telekomunikasi. Pertamakali saya mengaktifkan nomor baru (yang ternyata recycled ini) di malaysia, saya terima SMS kalo ga salah bunyinya “Thanks for non-activating the caller ringtones, to re-activate please call 133”. Saya pun bingung, nomer baru kok udah ada log menonaktifkan sesuatu. Cuek lah. Dengan iseng saya call lah itu nomer itu. Dateng lagi sms kalo ga salah gini: “Thanks for activating caller ringtones, this feature will cost you RM3 per month deducted from your credit”, Lho lho lho… berkurang deh pulsa saya 3 ringgit secara tidak sengaja. Pikir saya, caller ringtones? siapa yang butuh? Jadi saya berencana menonaktifkannya kembali biar ga kena charge bulan depan. Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan bo’!!.. Susssah banget, bahkan saya tidak sampai pada tahap ‘menonaktifkan’ karena petunjuk menonaktifkan fitur aja tidak dapat saya temukan. Cari info di webnya pun sama sekali ga ada! Menyebalkan…

Akhirnya saya berkeputusan untuk (dengan ikhlas) menggunakan fitur tersebut. Jadi langkah selanjutnya adalah milih lagu sebagai caller ringtone. Tapi tetep ga bisa karena ga ada petunjuk untuk men-set caller ringtones.. Bahkan ketika saya telpon operator robot (apa ya namanya?) yang pake nomer 3 digit itu, ga ada informasi dan ga ada sambungan ke operator manusia (apa juga ya namanya?). Berbuat ini salah, itu salah… Oalah malaysiaaaa malaysia…Aneh…

Ya, mungkin aja saya yang terlalu banyak ngomel. Namun sepatutnya sebuah produk/jasa tidak merugikan konsumen, informasi mudah didapat dan konsumen tahu dimana dia harus bertanya.


Responses

  1. Pertamax

  2. ralat, postingan yang akan datang ding… salah posting urutan.. biarin lah

  3. Masih mirip2 sama Indonesia mas, biasanya untuk daftar suatu layanan tertentu gampang banget. Tapi kalau mau men-nonaktifkan, susahnya minta ampun.

    Biasanya petunjuknya itu dapat ditemukan pada tempat yang tidak jelas dan tidak semestinya, malah kadang terkesan (sengaja) diumpetin.

    Jangkrik (suroboyoan) he he he

  4. Ternyata negara tetangga kita yang terlihat lebih maju dari negara kita urusan melayani costumernya masih bagusan negara kita deh sepertinya, atau butuh di didik sama Bu Intan untuk CRM nya kah?

  5. mmm…. gimana sih cara ngirim sms ke malaysia… kartu rinie AS.. apa bisa ngirim sms keluar negeri…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: