Posted by: jagrag | January 5, 2008

Recycled Phone Number dan Ngerjain Orang!!!

“Hey, Xnk tdo dgn i?”*

*Arti tiap kata sms ini ada di footnote postingan ini

SMS itu seketika datang dan langsung bikin saya emosi. Nanti anda akan tahu knapa saya emosi.

Satu bulan yang lalu saya beli nomor perdana Maxis -kata teman sih Telkomselnya malaysia- di toko yang menjual kebutuhan telekomunikasi (HP, simcard, pulsa, dll). Satu hari setelah nomor diaktifkan, saya nerima SMS yang intinya nanya saya dapet nomor ini dari mana. Seingat saya waktu itu ada dua sms serupa.

Lho, ya jelas beli lah. Saat itu saya tak menggubris sms-sms ga jelas itu, namun sayangnya dari hari ke hari makin banyak sms-sms tidak jelas. Hampir setiap hari saya menerima setidaknya satu SMS dari nomor yang tidak dikenal (baru beberapa hari di malaysia kok udah banyak sms?). Suatu malam saya nerima telpon dari nomor ga jelas. Saya angkat, ternyata seorang cewek,

“Halo…”

“Halo, u dapet nombor ni dari mane?”

“Hah? Um… Omm… *lama mikir* I bought this number from Puduraya. Why?” *sok inggris, krn waktu itu ga bisa malay

“ooo..ni my ex-number lah, waktu tu hilang di pantai”

“ooo..lalu?” *kembali ke bahasa Indonesia, hehehehe

“ooo tak ape, I cuma nak pastikan je. Oke mkasih”. *telpon ditutup

Lah loh…Mau nomer lu ilang di pantai kek, masuk jurang kek, peduli amat, wong saya beli dengan sah. Mulai saat itu saya sadar bahwa nomor HP yang saya gunakan adalah nomor recycle, meskipun saya belinya di agen sah, lengkap dengan starter packnya, bersegel pula. Akhirnya saya berpikir untuk beli baru lagi dan membuang nomor ini.

Sampai pada suatu hari datang sms di atas. Pikir saya, ini kesempatan ngerjain orang. Faktor-faktor yang memperkuat saya untuk ngerjain si peng-sms adalah:

  1. Saya akan buang nomor ini karena:
    • recycle
    • belum banyak orang yang kenal nomor saya
  2. sudah muak dengan sms-sms ga jelas
  3. peng-sms terakhir ini ngajak ga bener, jadi dikerjain aja biar kapok!
  4. Ada 50 gratisan sms sesama operator, kebetulan si peng-sms beroperator sama dengan saya

Akhirnya saya balas yang intinya saya bersedia (refer ke sms dia). Lalu dia memperkenalkan dirinya sebagai boy (tentu laki-laki), nanya nama, umur, dan lain-lain. Sampe kira-kira hampir satu minggu smsan sama dia -penantian panjang- saya ngajak dia ketemuan untuk memenuhi hasratnya(sekali lagi, refer ke sms dia).

Si peng-sms mau diajak ketemuan!!! Cihuy! Hampir masuk perangkap nih! Singkat cerita, saya minta dia datang ke salah satu kantin kampus biar saya bisa memastikan bahwa dia benar-benar datang. Misi saya terpenuhi (dan tentu saya puas) jika dia sudah susah payah datang dan saya melihatnya/tahu kalo dia datang. Dan memang dia bersusah payah datang naek motor dari Cheras ke Kajang (kata temen malaysia, lumayan jauh jaraknya) ke tempat yang dia ga tau. Harus sering-sering nanya (bahkan waktu itu dia bilang sampai telpon temennya minta kasih tau karena kesasar).

Pembelaan saya adalah: ah biarin, ngerjain orang yang niat maksiat aja kok.

Janjian ketemu pas istirahat makan siang. Saya dan temen datang duluan, pesen minum, ngrokok, bersantai. Hp bergetar terus (saya ga bodoh untuk membiarkan hp saya bunyi, tentu saya silent), dan saya biarkan aja. Telpon dan sms nanya”u dimane?” udah ga keitung… Saya memperluas pandangan dan akhirnya kecurigaan saya tertuju pada satu orang yang pake kaos dan celana pendek (karena student ga mungkin pake celana pendek) dan sedang longak-longok seakan-akan mencari seseorang. Saya mendekat ke kedai yang ada di dekat dia, pura-pura beli roti canai. Sekali lagi dia mendekatkan hp-nya ke telinga (menelpon), dan hp saya bergetar. Yak! dialah orangnya!!! Alhamdulillah dia berhasil masuk jebakan.

Selama satu jam dia tetap telpon dan sms, sekali-kali mondar-mandir dengan panik. Kadang saya sms dia, “I pakai baju merah”, setelah lama saya sms lagi, “I pakai baju kuning tepat depan kedai ***” karena waktu itu si penjual di kedai itu pake baju kuning sedang duduk-duduk di depan kedainya, dan udah tua lagi, bapak-bapak lagi… Hahahahahha… Yang mengherankan, sampai segini lamanya dia masih aja belum sadar bahwa dia dikerjain. Dasar buaya nafsu, mikirnya pake itu aja ga pake otak!

Moga-moga aja dia sadar dan kapok, jadi lain kali ga tiba-tiba sms ngajak maksiat…

Begitulah ceritanya, sekarang saya siap membuang nomor sial ini, tapi tentu setelah bonus-bonusnya abis😀

Footnote:
hey = hay (sapaan)
X = tidak, tak
nk = nak, hendak, mau
tdo = tidur, di malaysia biasanya huruf terakhir hilang ketika diucapkan. Misal telo dada, makasudnya adalah telor dadar. tido, maksudnya adalah tidor, tidur
dgn = dengan
i = I, saya

Postingan ini berhubungan dengan postingan “Recycled Phone Number dan malaysia!!!”


Responses

  1. ck ck ck..

    bandelnyaaaaaaaaaaaaaa

    :@

  2. seru…om…

  3. Ha ha ha iseng banget🙂

    Ada screenshot-nya nggak mas, orang yang pake kaos dan celana pendeknya he he he

  4. @Rayyan Sugangga
    Sekali lagi mas, ga punya kamera…

  5. Sekali lagi mas, ayo beli he he

  6. Ha ha ha … ngerjain orang cek niate rek rek …

  7. Nakalnya😛

  8. 🙂

  9. Hee…………he…….

  10. gile Bner ne anak……
    gw jg pernah ngerjain, but gak smpe’ seGt na kle….dosa lo..

  11. serrruuuu bgts,,,,bner2 se peng-sms tuch BEGO” gak nyadar lok dy dikerjain,,,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: