Posted by: jagrag | March 16, 2008

Kritik pedas atau kripik pedas?

Jaman orde baru dulu, namanya informasi yang ‘agak pedas’ pasti disaring dulu sebelum sampai ke telinga si bos. Sekarang beda, terjadi kebebasan informasi yang luar biasa. Beberapa contoh adalah acara intelek Republik Mimpi di Metro TV maupun acara tak penting pergosipan selebritis. Contoh pertama adalah bentuk acara yang tidak mungkin ada di jaman orde baru. Contoh kedua adalah bentuk acara yang pandai ‘melintir’ (pinjam istilah Cardiyan HIS) berita sehingga bisa jadi apa yang disampaikan menyimpang dari kenyataan.

Bicara gosip/infotainment. Saya sampe menyebut istilah ‘fenomena infotainment’ yaitu sesuatu yang terjadi karena mindset yang dipengaruhi pembicaraan orang. Misal, Tamara Blezynski (bener ya tulisannya?) jadi juga cerai sama suaminya karena ia digosipkan ada gonjang-ganjing dalam rumah tangganya. Karena dibicarakan seperti itu maka terjadilah gonjang-ganjing beneran, dan akhirnya cerai.

Kembali lagi ke topik. Kebebasan informasi didukung oleh infrastruktur informasi yang luar biasa, internet (email, web, milis, dll). Hal ini mengakibatkan informasi tersebar sebelum kita menyadarinya. Saya bisa tahu dari internet kalo ada yang namanya Jeff B. Erwin, mantan pegawai Microsoft yang berhenti karena dia tidak puas dengan cara Microsoft memperlakukannya, “Microsoft has some of the smartest people in the world, but they are just crushing them. You have a largely unhappy population.” Sumber disini. Aib semacam itu apakah layak jadi konsumsi publik? Tidak tahu, tapi yang jelas orang bisa mendapatkan info itu.

Tahun 2005 Microsoft diberitakan oleh Forbes.com sedang mengalami krisis. Salah satu penyebabnya adalah karena sistem internal Microsoft terlalu birokratis, melakukan proses-proses yang dianggap tidak perlu oleh pekerja (dan mantan pekerjanya) sehingga terjadi keterlambatan product release. Suara-suara ketidakpuasan pekerja pun banyak terdengar, salah satunya seperti yang dikatakan Jeff B. Erwin di atas.

Masih menurut Forbes.com, krisis dan karakter yang sama yang dialami Microsoft juga pernah dialami oleh IBM pada akhir tahun 1980-an. Tapi apa yang terjadi dengan IBM sekarang? Mereka punya $16.1 billion of cash on hand pada akhir 2007. Saham mereka naik 6.7% untuk tahun ini, dan sedang menargetkan peningkatan earnings dari $7.18 per share pada tahun 2007 menjadi $10-$11 pada 2010 yang mereka sebut dengan ‘2010 earnings target’.

Lalu bagaimana IBM bisa berbenah diri? Salah satu jawabannya adalah getting to the bottom of the issues seperti dikatakan Dennis Zeleny. Sumber disini. Mencari penyebab utama terjadinya masalah. Salah satunya adalah employee morale. Pada masa ini memang perusahaan harus berani menerima kritik dari pekerjanya atau bahkan pihak luar. Atau sebuah institusi harus berani menerima kritik dari civitasnya atau bahkan pihak luar.

Kritik adalah umpan balik untuk berbenah. Biarkan orang lain menilai kita karena kadang kita pun tak menyadari (atau pura-pura tidak tahu) apa kekurangan kita. Ikan tidak akan menyadari adanya air karena dia hidup di dalamnya, ia baru bisa melihat air kalau ia bisa melompat dan keluar dari permukaan (analogi yang bagus dari pak Agus Nggermanto, klik disini).

Kritik adalah informasi (netral), baik atau buruknya tergantung cara pandang. Seorang cewek bilang ke pacarnya, “rambut kamu bau banget, nanti keramas ya,” pasti dianggap sebagai wujud sayang atau perhatian, si pacar pun akhirnya keramas dengan hati berbunga-bunga. Lain lagi kalo hal yang sama diucapkan ke teman sesama jenis, “rambut lo bau banget, kramas kek,” bisa jadi itu dianggap sebagai rasa benci, “sialan, ga mau bertemen sama gue apa ni orang?” Kramas juga sih akhirnya, tapi pasti dengan perasaan dongkol.

Mari netralkan hati, mari siap dikritik.

Silakan dikritik…


Responses

  1. Judulnya ‘kriukkk..’
    garing maksudnya…

  2. Jadi inget AA Gym, jadikan kritik seperti kripik. Iya kritik dari orang lain itu adalah cerminan kita yang sesungguhnya.

    Coba dipikir-pikir dulu, diresapi, jangan marah dulu🙂

  3. tak kritik ya…
    sambil bagikan kripiknya dong…

  4. Bagi sudah biasa menikmati kegaringa mungkin akan cepat bisa menerima tapi yang sensitif mungkin akan merupan ujian berat . . . 🙂

    Tapi klau dibagikan kripik seh suka saja apalagi kerup kulit sapi dari pak anger . . . he . . .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: