Posted by: jagrag | April 14, 2008

Cukup ‘Ya’ dan ‘Tidak’ saja kok

Hampir subuh, sedang penat semangat-belajar (maksudnya sedang tidak semangat belajar gitu ganti), jalan-jalan deh. Pas jalan-jalan ketemu orang yang lagi ngobrol tentang Slank versus DPR, dia tanya ke saya, “gimana menurutmu?”

Saya jawab, “kok cuma DPR sih yang protes? Kan ga cuma DPR aja yang di’ejek’ sama Slank. Yang lain diem aja tuh” sambil saya nyanyikan lagu Slank ‘Gosip Jalanan’ yang saya dapet dari orang lain lagi yang pernah nyanyiin dan saya dengerin:

“Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau 2X negaraku ini

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar”

Dia diam aja, belum dijawab. Mungkin lagi tidur, soalnya udah malem. Mungkin besok dijawabnya. Tak apa.

Jadi nginget-nginget kata guru Bahasa Jawa pas SMP dulu, dia bilang ‘pulitik’ itu kepanjangannya ‘nek kumpul diitik-itik’. Ya, ingat saja, tapi bukan itu yang mau saya bahas. (dasar maneh mah!)

Pernahkah politikus menjawab dengan singkat, ya atau tidak, kalo ditanya? Seingat saya tidak pernah (ada yang bisa membuktikan?). Kebanyakan mereka kalo ditanya, jawabannya diplomatis dan mengambang.

Wartawan: “Pak, apakah anda pernah korupsi bla bla bla?”

Politikus: “Lho, bla bla bla kan bla bla bla”

Wartawan: “ooo gitu?”

Politikus: “iya”

*Lho, ngasi contohnya kok yang ada jawaban ‘iya’ sih, dasar maneh mah!

Ya itu, jadi saya ga suka sama politikus. Pernah ga ya ada wartawan yang nanya jelas “kamu korupsi apa ga pak, jujur hayo?”

kamus:

poli=banyak, tikus=ya tikus, politikus=banyak tikus

credits:

orang yang diajak ngobrol tentang Slank versus DPR = http://www.indra1082.co.cc

orang lain lagi yang pernah nyanyiin dan saya dengerin = http://jahe-gepuk.blogspot.com


Responses

  1. Gimana lagi? makin komen makin ketahuan aslinya.

  2. DPR kehilangan muka karena SLANK [salut untuk slank} karena sehari setelah mereka marah dan akan membawa slank ke pengadilan salah satu anggotanya ketangkep basah …. duh DPR.

  3. kalo memang mereka gk korupsi buat apa tersungging?? eh.. malah ketauan jual hutan lindung sambil pacaran sm abg.. huh.. pantesan susah jadi anggota dpr ya..

  4. Wah “sampeyan” lucu ya..🙂

  5. HIDUP SLANK!!!

  6. “Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar, Pake peci tapi kelakuan barbar, Ngerusakin bar orang ditampar-tampar”

    Nah ini lebih parah dari korupsi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: