Posted by: jagrag | April 18, 2008

Membanggakan

Makbedhunduk (Jawa: tiba-tiba, red), Deasy nyapa di comment. “Ternyata dia nge-blog juga,” pikir saya. Setelah mampir di ‘rumah’nya, muncul satu kata dari saya: sangat membanggakan!! (*eh, dua yak?). Dia berhasil mewujudkan mimpinya: membuat perpustakaan untuk anak-anak. Kebetulan ada satu artikel di blognya, saya comot. Silakan baca. Barangkali ada yang mau mensupport niat mulia ini, menyumbang buku atau apapun yang bermanfaat bagi anak-anak, silakan hubungi dia. Sungguh membanggakan (*terharu).

AMALTHEA, Inovasi Mulia Budayakan Membaca

Dilatarbelakangi oleh kecintaan membaca, sebuah kontribusi nyata dan mulia terlahir dari ide sederhana seorang cewek bernama Deasy Damayanti Putri Pane. Dengan hanya bermodalkan buku-buku bacaan pribadi serta sumbangan buku dari teman-teman kuliahnya, Deasy mampu mendirikan sebuah taman bacaan kecil bernama AMALTHEA yang berlokasi dikediamannya, Jl.Tubagus Ismail XV No.31, Bandung. Nama AMALTHEA sendiri diambil dari nama sebuah satelit Saturnus yang sangat Deasy sukai. Taman bacaan yang telah berdiri sejak 26 Maret 2007 ini, pada awalnya diperuntukkan khusus untuk anak-anak disekitar lingkungan rumahnya. Namun dalam perkembangannya, AMALTHEA semakin dikenal masyarakat sekitar, sehingga kini Taman Bacaan tersebut menjadi santapan bacaan untuk segala umur. Berbagai jenis buku disediakan, mulai dari buku bacaan anak-anak, komik, novel, buku Manajemen, Psikologi, buku-buku islami, majalah, ensiklopedia dan berbagai buku bacaan lainnya.

Taman bacaan yang kini memiliki koleksi ribuan buku itu, bisa dikunjungi setiap hari, mulai dari pukul 14.00-17.00. “Dibuka jam segitu karena tepat jam pulang anak sekolah, jadi waktu bermain mereka bisa diisi dengan kegiatan positif yaitu dengan membaca buku-buku yang ada di AMALTHEA ini”, kata Deasy, Sabtu (09/06) ketika ditanyai alasannya membuka AMALTHEA hanya tiga jam saja. Para pengunjung bisa membaca gratis ditempat atau meminjam buku untuk dibawa pulang kerumah dengan kompensasasi paling lambat dua hari tanpa perlu membayar. Kalaupun lewat dari waktu yang ditentukan, peminjam buku setiap dua harinya harus memberi kabar bahwasanya buku yang dipinjam masih dalam keadaan baik-baik saja.

Setelah hampir empat bulan perjalanannya, kini rata-rata setiap harinya AMALTHEA bisa dikunjungi 10-20 orang pembaca. Tentu saja Deasy semakin membutuhkan bantuan dalam mengelolanya, maka ia mempercayakan Fitri, seorang siswa kelas 2 SMP. Alasannya selain karena Deasy disibukkan oleh kegiatan kampusnya, ia menganggap Fitri yang juga tinggal dilingkungannya tentu bisa mengajak teman-teman sesama anak sekolah untuk datang ke taman bacaan miliknya.

Dia ini sangat concern terhadap hal-hal yang berbau pendidikan anak. Ia merasa anak-anak bukan saja membutuhkan pendidikan formal di sekolah, tetapi juga diperlukan sebuah wadah untuk berkreasi bagi anak-anak. “Selama ini, proses belajar mengajar disekolah selalu diwarnai komunikasi satu arah antara guru dan murid, nah disini saya ingin membuat komunikasi yang dua arah”, lanjut cewek tamatan S2 Tekhnik Industri ITB ini. Sehingga selanjutnya agar anak-anak yang datang ke AMALTHEA tidak jenuh, maka setiap Sabtu dan Minggu Deasy bersama teman-temannya membuat kegiatan-kegiatan bermain dan belajar yang semakin menambah wawasan serta mampu mengembangkan kepribadian anak-anak tersebut.

Kegiatan yang pernah dilakukan selama ini sangat berjalan dengan baik, misalnya dengan membacakan cerita-cerita dongeng, anak-anak diajak berkhayal membuat sebuah cerita sendiri melalui gambar. Atau permainan edukasi seperti membuat roket-rokettan dari campuran basa, mempelajari bahwa rongga yang besar pada kertas bisa membuat sebuah bunga kertas bisa lebih cepat mengembang, belajar bahasa Inggris, membuka kelas merajut untuk ibu-ibu dan hal-hal edukasi lainnya yang sangat berguna untuk dipelajari. Selain itu Deasy juga mengajak anak-anak tersebut berdiskusi sehingga mereka bisa lebih berani dan percaya diri sehingga komunikasi dua arah bisa diwujudkan. Hal ini juga bagian dari harapan cewek berdarah batak ini agar anak-anak Indonesia cara berpikirnya tidak kalah dengan anak-anak dari negara maju. “Mereka tidak boleh pasif, tetapi harus aktif sehingga pendidikan yang diserap bisa langsung terasa dan lengket di otak”, ujar cewek yang hobby traveling ini.

Sebagai seorang akademisi tentunya Deasy memiliki visi dan misi dalam bidang pendidikan yang bisa ia terapkan dalam masyarakat. Selain mendirikan sebuah taman bacaan, selanjutnya ia juga ingin mengajak para generasi muda saat ini untuk bersama-sama mewujudkan ide-ide segar dalam bentuk nyata yang berguna bagi kepentingan masyarakat meskipun harus dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Ia berharap dari taman bacaan ini, bisa memunculkan inspirasi bagi siapa saja untuk ikut berperan langsung dalam pengembangannya, sehingga bisa berdiri komunitas-komunitas lain pendiri taman bacaan. Diakhir wawancaranya, Deasy menambahkan “budayakanlah membaca sehingga kebutuhan akan pendidikan bisa terwujud secara maksimal dan mampu memperoleh masa depan yang lebih baik”.(JC)


Responses

  1. Insya allah Thun ini saya lulus sebagai pengajar

  2. @ untuk mbak Deasy

    Saya memiliki banyak buku tentang wanita dan agama …. ingin saya sumbangkan, kemana bisa saya hubungi mbak.

    Maaf, numpang nulisnya disini🙂

  3. Saya ikut bangga. Benar-benar kegiatan yang positif, teruskan Mbak Deasy.

  4. *Subhanallah,,
    saya ikut bangga,, semangat mba deasy,,

  5. Huaaa… alhamdulillah… hiks.. hiks… jadi terharu ni… makasi ya apresiasinya…🙂

    sedikit cerita: Alhamdulillah banged aku bisa ngelaksanain ini, karna didukung banyak teman-teman…. insyaAllah, kegiatannya tetep terus dilaksanakan.. dan berkat dukungan dari temen-temen juga next stepnya mungkin kami bisa ngasi beasiswa ke satu dua anak yang putus sekolah….🙂

    hehe, maap ya yang mau mampir ke blog amalthealibrary-nya .. aku lupa loginnya… hehe, jadi kalo yang mau saling kontak bisa ke amaltheagirl.wordpress.com .. insyaAllah mw aktif ngeblog lagi ni..

    btw, mbak rindu… subhanallah… makasi banged… aku terima dengan senang hati banged… kebetulan pembaca di perpusnya slain anak2 juga ada ibu2 sekitar… jadi insyaAllah bisa bermanfaat juga…🙂 amin…

  6. Mampir aja, belum ada tulisan baru yah🙂 ditunggu

  7. AMALTHEA …kenal enggak sama pemiliknya kenalin dong sama saya…kebetulan saya butuh dengan taman bacaan siapa tahu dia berminat buka ditempat saya saya bersedia memberikan tempat khusus. trims

  8. wah seru ya…ikut gabung d blog,,,:) so..nambah temen dan pastinya nambah ilmu juga….

    Rindu katny banyak koleksi buku agama n wanita..mau duong….

    salam kenal semuanya

  9. @Rindu & Deasy Pane
    Sudah pada ketemu belum?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: