Posted by: jagrag | June 22, 2008

Di BUMN

Seseorang: “Nanti Pak Alfa kerja di BUMN XXX saja seperti saya.”

Saya: “Knapa, Pak?”

Seseorang: “Enaklah, ada saja uang yang datang, meskipun gaji biasa tapi uang dari yang lain besar.”

Saya: “Hm..”

Seseorang: “Atau kalo yang gajinya kecil tapi ceperannya besar juga ada, BUMN XXX. Itu enak juga.”

Saya: Manggut-manggut. Dalam hati “Justru itu alasan saya ga ingin bekerja di tempat seperti itu, Pak!” Sambil menurunkan respek terhadapnya beberapa level ke bawah.

Kisah nyata, tanpa berniat meng-generalisasi. Lebih baik menghindari lingkungan seperti itu saja daripada hati semakin tumpul membedakan yang benar dan yang salah, yang dalil dan yang dalih.


Responses

  1. Katanya bonusnya gede walau gaji kecil mas … tapi saya juga gak minta kerja di BUMN, emang gak minat kerja sih🙂

  2. pilihan…kita memilihkan pekerjaan kita…sekalipun kadang terlihat seperti terjepit kemudian terdampar pd pekerjaan yg kita ngak suka tapi tetep saja…itu pilihan kita khan ?

    namun kalau sy jadi kamu…hmm kayaknya sy juga akan memilih yg sama. Banyak kok kerjaan di luar sana yg bisa menghasilkan banyak uang…🙂

  3. @Rindu
    Ga minat kerja tapi minat mencari lelaki yang bekerja

    @uwiuw
    iya, pilihan. karena pilihan maka seharusnya bisa memilih kan😀

  4. Saya kuli pabrik mas …. ^_^
    salam kenal ….

  5. Haloo Fa,

    wah tema menarik nih soal BUMN🙂
    Saya pernah diajak ngobrol serius sama salah satu senior yang menjabat di salah satu BUMN..
    mmm inilah keberuntungan kita kalo sudah jadi alumni logo gajah..kaya gini relatif mudah dialami sama saya untuk dibagi dan belajar banyak pengalaman dari senior2 yang luar biasa ini..

    Berkaitan dengan BUMN…Om Alfa..saya mengingatkan untuk berniat baik mau kalo kerja di BUMN, godaannya sangat banyak..

    pilihannya 2:
    1. kerja di BUMN : berprestasi, ga korup, harus jadi pemimpin noooh di BUMN
    2. atau Buat lapangan pekerjaan..

    hehehe serius ya..
    masa depan negara ini di tangan kita2 ini bos..
    😀
    bisa aja jadi biasa-biasa aja tapi kan kita harus jadi luar biasa…:)

    salam
    +hendi

  6. @BanNyu
    semua dari kita adalah kuli. eh itu sih ‘semua dari kita adalah pemimpin’…

    @Hendi Wahyu
    Nah ini dia bos besar lagi ngomen.. Pilihan pertama sangat susah, di BUMN antara berprestasi dan korup saling berkaitan, sulit menjadi berprestasi kalo ga korup, ATAU bisa saja berprestasi tapi jadi tdak nampak ATAU berprestasi karena korup (untuk yang ini, silakan dinalar sendiri. clue: lagu Iwan Fals Tikus-Tikus Kantor)

    Knapa berprestasi karena korup? karena pradigma mereka sudah berubah, itu yang saya bilang hatinya tumpul membedakan yang benar dan yang salah.

    Maaf, sekali lagi bukan bermaksud menggeneralisir

    *loh kok kaya jadi postingan aja nih…

  7. Rasanya kita tak perlu menghakimi, karena tak tahu sistem dan prosedur didalamnya. Yang jelas BUMN sedang banyak pembenahan, top manajemen nya sekarang campuran dari berbagai latar belakang….banyak yang dari Bank diangkat jadi Direktur Keuangan PTP, ini hanya salah satu contohnya.

    Yang penting adalah bagaimana budaya GCG, audit dan budaya kerja lainnya…dan yang penting share holder dan stake holder harus memahami untuk tidak melakukan intervensi, sehingga perusahaan berjalan sebagaimana mestinya.

  8. Sorry, rasanya sangat telat ikut nimbrung. tapi bisa jadi artikel ini tetap bisa dimaknai tendesius kalau gak diluruskan selurus2nya. Sebenarnya manusia yg jadi malaikat tidak harus yg di bekerja di luar BUMN. Tidak juga yg jadi setan itu org2 yg hanya bekerja di BUMN. Saya berani sumpah bahwa tidak ada satupun BUMN yg menjadikan korupsi adalah visi misi perusahaan untuk pegawai2nya.Jadi semua terserah pada diri pribadi orang tsb. Kalau godaan korupsi di BUMN sangat kuat, aku rasa tidak. Aku sendiri sudah hampir 20 tahun bekerja disana tanpa merasa diajak untuk tergoda jadi koruptor. Kalau kamu berpikiran aku begini krn aku org yang tidak punya power dan tidak bisa menciptakan kesempatan utk korupsi itu juga sangat salah. Tolong juga dibedakan antara BUMN dengan Pegawai Negeri. Jadi bagi orang yg punya prinsip untuk tidak masuk sebagai karyawan BUMN itu sah sah saja, namun pemahaman yang benar menurutku lebih masuk akal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: